Friday, January 25, 2013

Kepemimpinan Dalam Organisasi


KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Pemimpin serta kepemimpinan  merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional.

Banyak muncul definisi mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain :
1.    Figur sentral yang mempersatukan kelompok
2. Keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial
3.    Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
4. Kepemimpinan  sebagai suatu kemampuan menghandel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat /moral yang kreatif dan terarah.
5.    Individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti.

PENDEKATAN DALAM KEPEMIMPINAN
1. Kaum behavioral memandang kepemimpinan dapat dilatih, yang berarti kepemimpinan dapat diperoleh, dikembangkan atau ditambah derajatnya.
2. Pendekatan traits, kepemimpinan itu ada dalam diri individu sejak lahir, kalau individu tersebut tidak dapat memimpin berarti memang tidak terlahir sebagai pemimpin dan tidak bisa diubah atau tidak terbuka kemungkinan untuk memiliki kepemimpinan
3. Situasional memandang kepemimpinan berdasarkan dua aspek tersebut diatas.

Sondang (1994) menyimpulkan bahwa seseorang hanya akan menjadi seorang pemimpin yang efektif apabila :
a.   seseorang secara genetika telah memiliki bakat kepemimpinan.
b. bakat-bakat tersebut dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya
c. ditopang oleh pengetahuan teoritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan, baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut teori kepemimpinan.

 

TIPE KEPEMIMPINAN

1.   Tipe Otokratik
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.
Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :
a.   Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
b.   Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
c.    Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
a.   menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
b.   dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya
c.    bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi
d.   menggunakan pendekatan premitif dalam hal terjadinya penyimpangan oleh bawahan.
2.   Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya di masyarakat agraris. Salah satu ciri utama masyarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini mengembangkan sikap kebersamaan.

3.   Tipe Kharismatik
Karakteristik yang khas dari tipe ini yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

4.   Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :
a.    Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif
b.  Pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.
c.    Status quo organisasional tidak terganggu
d. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.
e. Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam organisasi berada pada tingkat yang minimum.

5.   Tipe Demokratik
Pemimpin yang demokratik biasanya memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia
Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti.

CIRI-CIRI PEMIMPIN dan KEPEMIMPINAN
1.   Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.
2.    Kemampuan bertumbuh dan berkembang
3.   Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
4. Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
5. Daya ingat yang kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
6. Kapasitas integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
7. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.
8. Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.
9.  Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar osrganisasi tersebut.
10. Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya.  Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.
11. Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.
12. Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.
13. Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting
14. Naluri yang Tepat, kemampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
15. Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, ketertarikan satu sama lain.
16. Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.
17. Keteladanan, seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.
18.  Menjadi Pendengar yang Baik
19.  Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisional, temporal dan  spatial.
20. Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.
21. Ketegasan
22. Keberanian
23. Orientasi Masa Depan
24. Sikap yang Antisipatif dan Proaktif



sumber: d.yimg.com/kq/groups/24699781/.../name/materi+Akse-UWM.doc

Friday, June 29, 2012

Manusia dan Harapan -bag. 2-


Kembali lagi di topic manusia dengan harapan. Manusia tidak [ernah lepas dari harapan. Segala jenis dan macam-macam harapan sering di dalam mimpi tiap manusia. Seperti sekarang saya, saya berharap bahwa saya ingin memiliki pasangan, saya ingin lebih dewasa dari sekarang, saya berharap lebih dan lebih dari saya sekarang.

Saya wanita, dan wanita tentu ingin memiliki kecantikan dari dalam maupun dari luar agar banyak mata yang tertuju padanya. Pengalaman saya ini tidak hanya terjadi dalam hidup saya, tetapi pasti oleh wanita-wanita lainnya. Anggun, mempesona, cantik, stylish tentu dambaan tiap wanita. Seperti saya, saya ingin sekali tampil cantik dan anggun, tetapi terkadang ketidak percayaan diri membuat kita malu. Padahal, kunci dari kecantikan diri kita adalah percaya diri menjadi diri kita sendiri. Susah memang, tetapi kalau bukan kita yang percaya pada diri kita sendiri, siapa lagi? Dengan menjadi diri anda sendiri, orang lain pun akan jauh lebih menghargai kita dibanding dengan orang yang mengikuti gaya orang lain dan terkesan ‘copycat’. Dan tidak hanya itu, tentu kepribadian kita juga harus diperhatikan. Seperti untuk tidak melakukan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Rokok, misalnya. Rokok hanya membuat kita menderita, tidak baik untuk kesehatan. Bahkan banyak wanita-wanita sekarang merokok hanya untuk gaya-gayaan atau karena lingkungan tempat mereka berada. Cobalah untuk mengontrol diri sendir. Karena rokok sungguh tidak mempunyai nilai +. Ada lagi wanita yang ingin menjadi pria. Kalian para wanita telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi wanita seutuhnya, namun mengapa orang yang ingin menjadi seorang ‘pria’ tersebut tidak menikmati anugerah yang Tuhan berikan kepada kita?
Masih banyak yang lain cerita-cerita tentang harapan akan menjadi seorang wanita. Pengalaman saya tentu sama dengan kalian bukan? Oleh karena itu jaga diri kalian baik-baik. Wanita adalah makhluk mulia dengan perasaan yang lembut dan penuh dengan cinta kasih. Sampai jumpa lain waktu J

Tuesday, June 19, 2012

Manusia dan Harapan (Tulisan 10)


Manusia dengan harapan.

Tentu banyak harapan yang dinginkan setiap manusia. Cerita ini adalah pengalaman saya tentang harapan.
Saat ini, yang saya harapkan tentu banyak. Misalnya saja, saya berharap saya bisa lebih dari apa yang ada di diri saya ini. Segala kekuarangan saya tentu ingin saya perbaiki, harapannya. Namun tidak semua dapat terjadi instan dan cepat. Semuanya butuh proses dan tentu kita akan lebih puas dengan hasil yang terproses dengan kerja keras diri kita sendiri. Misalnya saja fisik tubuh. Menurut saya, tubuh saya ini cukup gemuk dari angka normal badan ideal saya. Saya berharap saya memiliki badan yang ideal, namun otulah, proses yang saya butuhkan adalah dengan berolahraga dan membakar lemak-lemak saya.

Tidak hanya saya, orang lain pun mau memiliki badan yang ideal. Oleh karena itu biarkanlah kita mau berproses. Bukan kareana obat-obatan yang mengandung bahan kimia berbahaya yang tadinya kita mau kurus tetapi malah mengakibatkan kematian. Ada juga yang suntik sedot lemak, dan hal-hal praktis lainnyya. Dengan biasakan hidup sehat sudah menjadi hal yang paling benar dalam menjaga dan merawat tubuh kita ini. J

Manusia dan Kegelisahan (Tulisan 9)


Halo J

Manusia dan kegelisahan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya tentang menunggu saat-saat atau detik-detik pengumuman ujian nasional. Suatu kegelisahan tersendiri buat saya, karena ujian nasional yang menentukan saya lulus atau tidaknya. Sewaktu menunggu hasil ujian nasional SMP, saya menunggu di depan telephone rumah saya, karena pemberitahuannya lewat telephone rumah. Setiap ada telephone yang masuk saya cemas apakah saya lulus atau tidak. Ternyata Puji Tuhan saya lulus J

Lalu saat saya SMA, pengumuman kelulusan saya beda sistemnya dengan saat saya SMP dulu, semua anak-anak dikumpulkan di lapangan, lalu dibagikan kertas dan maju satu persatu. Saat kita bersama-sama melihat kertas itu, kita akan melihat apakah kita lulus atau tidaknya. Dan Puji Tuhan bahwa saya dinyatakn lulus dan sekolah saya memang lulus 100%.

Sebenarnya banyak kegelisahan-kegelisahan lain yang tidak bisa saya ceritakan satu persatu. Setiap manusia pasti pernah yang merasakan yang namanya gelisah. Tapi kalau kita yakin dengan apa yang kita lakukan adalah sesuatu hal yang benar, tidak perlu gelisah. Enjoy and happy! J

Manusia dan Tanggung Jawab (Tulisan 8)


Halo J

Manusia dan tanggung jawab kali ini adalah pengalaman saya tentang bagaimana diberikan tanggung jawab dari hal yang kecil. Kita sebagai anak tentu diberikan tanggung jawab untuk membahagiakan orang tua. Dengan banyak hal kita dapat membahagiakan orang tua, dengan misalnya melakukan yang terbaik dari kita agar mendapatkan nilai yang bagus, mempunyai banyak teman, dan selalu turut apa yang diperintahkan orang tua. Tanggung jawab dari kecil itu lah yang harus terus kita bina samopai tua nanti.

Selanjutnya di sekolah misalnya. Misalnya dikelas kita diberi kuasa sebagai ketua kelas ataupun seksi-seksi lainnya. Kita harus bertanggung jawab pula dalam hal itu. Jika diberi wewenang untu menjadi bendahara misalnya, lakukan tugas untuk menjadi bendahara yang baik, bgitu pula yang lainya.

Lalu pengalaman saya ketka SMA, saya diberi wewenang untuk menjadi ketua paduan suara di sekolah saya, tentu tanggung jawab yang cukup berat bagi saya ketika saat itu saya hanya mejadi siswa biasa-biasa saja.  Dan banyak tanggung jawab lainnya yang harus kita pergunakan sebaik-baiknya untuk bekal di hari tua nanti J

Manusia dan Pandangan Hidup (Tulisan 7)


Manusia dengan pandangan hidup. Apa yang kalian pikirkan tentang topic ini? Kalau apa yang saya pikirkan tentang pandangan hidup, saya melihat kepercayaan saya terhadap agama saya. Pandangan hidup saya adalah saya mentaati semua ajaran-ajaran yang diajarkan oleh agama saya, yaitu Katolik. Walaupun semua ajaran agama di dunia ini pasti sama. Semua kehidupan yang ada di dunia berasal dari yang diatas. Allah menciptakan manusia, semua manusia yang ada di dunia. Baik cacat, sehat, cantik, tampan, dll. Seperti yang ada di diri saya ini, saya masih mempunyai keluarga yang utuh, teman-teman yang baik, fasilitas-fasilitas yang Tuhan masih berikan pada saya, semua itu tanpa kita sadari datangnya dari yang diatas, melalui perantara-perantara. Dari pada itulah, kita bersyukur atas hidup ini. Jangan sia-siakan hidup ini. Tidak hanya menjaga hidup kita sendiri, tetapi kita juga bisa menjaga hidup orang lain dengan menghargai dan menghormati sesama, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, berbuat baikalah selalu, ikhlaskan segala hal dalam melakukan sesuatu, dan ajaran-ajaran baik lainnya. Percayalah, hidup akan semakin indah pada waktunya J